Membuat Minuman Herbal bersama Kelas Trubus

  • Kelas Trubus
  • 03 Feb 2022
Membuat Minuman Herbal bersama Kelas Trubus

Komunitas belajar mengolah tanaman obat untuk menjaga kekebalan tubuh. Setelah praktik, mereka menjajakan beragam minuman segar yang mendatangkan laba.

Jikaharus memilih sehat atau kekayaan melimpah, banyak orang memilih yang pertama. Petuah Latin mengatakan, “Bona valetudo melior est quam maximae divitiae,” ada benarnya juga. Kondisi badan yang sehat lebih berharga daripada kekayaan yang berlimpah-limpah. Pantas permintaan minuman herbal kian meningkat sejak pandemi korona pada Maret 2020.

Masyarakat berbondong-bondong mencari tanaman obat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di beberapa sentra sulit mendapatkan rimpang jahe, kunyit, dan temulawak. Salah satu lokapasar atau marketplace terbesar di Indonesia mencatat peningkatan 200% khusus produk minuman kesehatan sejak pandemi korona. Wartawan Trubus ke Pasar Beringharjo, Yogyakarta, juga mendapati banyak tanaman obat yang habis. 

Selain itu dampak pandemi korona banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Itulah sebabnya PT Supra Boga Lestari bersama Kelas Trubus memberikan pelatihan pembuatan minuman herbal bagi 20 warga di Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Melalui pelatihan itu diharapkan memberikan alternatif usaha kepada masyarakat. Kelas Trubus pengolahan tanaman obat itu merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility PT Surya Boga Lestari dalam bentuk pemberdayaan ekonomi. Minuman itu bisa berfaedah untuk konsumsi sendiri sekaligus berpeluang pasar cukup besar. Ini merupakan peluang masyarakat agar mampu bertahan di tengah pandemi. Apalagi kini usaha mikro, kecil, dan menengah sangat mudah menjangkau konsumen dengan media sosial.

“Pelatihan ini sangat diperlukan dalam masa seperti sekarang, selain menjadi lebih mengetahui khasiat herbal kami juga belajar cara merintis usaha minuman herbal,” ujar koordinator peserta, Tri Sugiarti. Peserta mendapatkan pelatihan sebanyak 2 kali serta pendampingan saat membuat usaha minuman herbal. Kelas Trubus menghadirkan narasumber pelatihan yang kompeten, yakni mentor jamu Kelas Trubus, Nova Dewi.

Para peserta belajar meracik minuman kunyit asam dan jahe asam baik berupa cair maupun serbuk. Paduan rimpang kunyit dan buah asam minuman herbal yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terutama pada masa pandemi korona. Nova Dewi mengajarkan cara membuat minuman herbal yang enak dan modern. Padahal, selama ini herbal identik dengan tradisional dan pahit. “Menjaga kualitas bahan baku merupakan hal penting untuk membuat minuman yang diproduksi memiliki rasa lezat,” ujar Nova Dewi yang sehari-hari meracik jamu.

Kelas Trubus memilih minuman kunyit asam sebagai produk utama lantaran memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain itu masyarakat mudah memperoleh bahan baku di pasaran. Menurut Nova sebaiknya masyarakat menggunakan biang kunyit. Selain memiliki warna yang bagus untuk tampilan produk, kandungan kurkumin dalam biang kunyit juga lebih banyak. Kunyit yang dipanen muda menyebabkan kadar kurkumin tidak maksimal. Padahal, senyawa kurkumin itulah penyumbang manfaat terbesar bagi imunitas tubuh. Kurkumin berperan sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antikanker, penurun gula darah, dan imunomodulator.

Kurkumin bekerja dengan mengikat reseptor virus sehingga menghalangi virus menempel di sel tubuh sekaligus menghambat proses perbanyakan virus di tubuh inang. Kurkumin bersifat imunomodulatoris—agen kimia yang memodifikasi respons kekebalan atau fungsi sistem kekebalan tubuh baik menstimulasi maupun menghambat produksi unit-unit sistem kekebalan tubuh. Kandungan kurkumin ini pula lah yang membuat kunyit asam identik sebagai minuman pereda nyeri haid. Paduan kunyit asam juga memiliki beragam khasiat lainnya.

Tak hanya multifungsi, kunyit asam juga nikmat dikonsumsi baik dalam bentuk panas maupun dingin. Itu sebabnya penggemar kunyit asam sangat banyak di tanah air. Setelah mengikuti pelatihan, beberapa peserta memulai usahanya menjual minuman herbal. “Ini memang merupakan hasil yang diharapkan dari program CSR. Kami berharap produk-produk ini juga dapat dijual di gerai pasar swalayan grup kami,” ujar pejabat eksekutif PT Supra Boga Lestari, Meshvara Kanjaya. Saat peresmian The Gourmet di Jakarta Selatan, Meshvara juga mencicipi produk kunyit asam dan jahe asam yang telah diproduksi oleh peserta.

Kelas Trubus yang bekerjasama dengan PT Supra Boga Lestari itu berdamapak ganda. Pertama, melalui produk minuman herbal modern seperti ini diharapkan kesadaran komunitas menjaga kesehatan menggunakan herbal makin mengingkat. Kedua, pelatihan itu sekaligus mendorong kewirausahaan komunitas. Sehat tubuh dan sehat “dompet” dambaan semua orang.***